Sesi permainan dadu pada waktu tengah pekan dibuka dengan tujuan memakai jam yang sepi. Yang diperhatikan lebih dulu adalah mata dadu, kemudian jumlah lemparan dibaca tanpa terburu. Tempo dibuat renggang di antara babak, sedangkan lama duduk dibatasi satu jam. Dengan batas itu, permainan dadu tidak didikte oleh kecepatan layar.
Alurnya tetap pendek: amati mata dadu, cek jumlah lemparan, lalu catat hasil yang muncul. Ukuran taruhan tidak naik hanya karena satu babak permainan dadu terasa cepat atau lambat. Bila tempo terasa lebih rapat daripada rencana renggang di antara babak, babak berikutnya ditunda sebentar. Jumlah lemparan tidak menjadi alasan untuk melewati batas satu jam.
Di pertengahan waktu tengah pekan, tujuan memakai jam yang sepi dicek kembali sebelum ada babak baru. Catatan hanya menyebut lama satu jam, jenis permainan dadu, dan kesan tempo. Hasil yang bagus maupun buruk ditulis netral, sesuai tujuan memakai jam yang sepi. Selama jumlah lemparan masih diikuti, tidak ada meja lain yang dibuka bersamaan.
Menjelang akhir, tujuan memakai jam yang sepi menjadi syarat terakhir untuk menutup permainan dadu. Modal yang tersisa dihitung sebagai angka, lalu sesi tengah pekan dinyatakan selesai. Hiburan di layar berhenti pada batas satu jam walaupun tombol permainan masih ada. Setelah permainan dadu ditutup, tidak ada babak tambahan di luar tujuan memakai jam yang sepi.
Leave a Reply